Single News

Kunker ke Sumbawa, Gubernur NTB Susuri Jalan Penghubung Pakai Motor Trail

Tamanews.id | Sumbawa – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sumbawa dengan cara yang tidak biasa. Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK NTB Shinta Agathia Soedjoko dan rombongan, Gubernur meninjau langsung ruas jalan dan jembatan penghubung yang direncanakan masuk dalam proyek renovasi dengan menyusurinya menggunakan motor trail, Rabu (21/1/2026).

Kunjungan kerja ini diterima langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Suasana kunker terasa berbeda karena Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa, masing-masing didampingi istri, turut mengendarai motor trail menuju sejumlah titik lokasi yang menjadi perhatian pemerintah.

Rombongan menyusuri beberapa ruas jalan strategis, di antaranya Jalan Lintas Moyo, Jalan Moyo–Luair, ruas KM 20, KM 21,5, serta sejumlah persimpangan yang memerlukan pembangunan jembatan penghubung. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus memetakan akses jalan prioritas yang mendesak untuk diperbaiki.

“Mana jalan provinsi yang perlu perbaikan, itu yang kita kerjakan dan kita prioritaskan terlebih dahulu,” tegas Gubernur NTB di sela-sela peninjauan.

Menurut Gubernur, ruas jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat. Selain sebagai jalur transportasi harian, jalan ini juga menjadi akses utama pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan warga. Oleh karena itu, perbaikannya tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap roda perekonomian masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB juga menanggapi langkah tegas Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam upaya penyelamatan hutan yang selama ini berdampak terhadap kondisi jalan. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Bupati Sumbawa yang konsisten menghentikan pembalakan liar.

“Apa yang dilakukan Bupati Sumbawa sudah benar dan tegas. Hutan harus diselamatkan. Ketika tidak ada lagi penahan air, aliran air menjadi tidak terkendali, membentuk sungai baru dan akhirnya merusak jalan. Pak Bupati betul-betul tegas dalam memperbaiki hutan dan menghentikan pembalakan,” ujar Miq Iqbal.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menekankan bahwa selain perbaikan badan jalan, pembangunan saluran air juga menjadi faktor penting untuk mencegah kerusakan berulang. Menurutnya, banyak ruas jalan yang ambruk bukan semata karena kualitas jalan, tetapi akibat tidak adanya sistem drainase yang memadai.

“Beberapa ruas jalan memang harus dilengkapi dengan saluran air yang baik untuk mengatasi potensi ambruk. Hutan juga harus kita jaga dan selamatkan bersama, karena keduanya saling berkaitan,” tegas Bupati Jarot.

Respon positif datang dari masyarakat setempat. Kepala Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Abdul Wahab, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa ke lapangan. Ia menilai, kehadiran para pimpinan daerah tersebut memberikan harapan besar bagi percepatan perbaikan jalan.

“Dengan kedatangan langsung Pak Gubernur dan Pak Bupati, kami merasa permasalahan jalan ini benar-benar diperhatikan. Saya yakin jalan ini segera ditangani. Terima kasih atas kepeduliannya,” ungkapnya optimis.

Selama kunjungan, rombongan juga beberapa kali berhenti di titik-titik jalan yang dinilai memerlukan penanganan serius. Selain meninjau kondisi fisik jalan, Gubernur dan Bupati berdialog langsung dengan petugas proyek jalan serta masyarakat, sembari menikmati keindahan alam di sepanjang jalur yang dilalui.

Turut hadir dalam rombongan tersebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H. Sadimin, S.T., M.T., Kepala Dinas Sosial PPA Provinsi NTB Ahmad Masyhuri, S.H., sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Sumbawa, unsur TNI-Polri, serta perwakilan masyarakat.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memastikan pembangunan infrastruktur berbasis kondisi riil di lapangan, sekaligus menjadi simbol kepemimpinan yang hadir, mendengar, dan bekerja langsung bersama masyarakat.

Previous slide
Next slide