Tamanews.id | Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan kembali ditegaskan melalui kegiatan Safari Menanam yang digelar di Kecamatan Lenangguar, Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, unsur Forkopimda, para kepala OPD, ASN, serta masyarakat setempat.



Safari Menanam kali ini difokuskan pada penanaman bibit kemiri di kawasan Lenangguar. Pemilihan tanaman kemiri dinilai strategis karena selain berfungsi sebagai tanaman konservasi yang mampu menjaga tutupan lahan dan mencegah erosi, kemiri juga memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati H. Jarot menegaskan bahwa kegiatan menanam pohon bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar besar menjaga masa depan Sumbawa. Menurutnya, kelestarian hutan merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan sumber air, pertanian, serta keselamatan lingkungan hidup secara keseluruhan.
“Kita tidak boleh lelah menjaga hutan. Hutan adalah penyangga kehidupan. Kalau hutan rusak, dampaknya akan dirasakan oleh semua sektor, mulai dari air, pertanian, hingga keselamatan masyarakat,” tegas Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Jarot juga menyampaikan sikap tegas Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap praktik illegal logging. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk perusakan hutan, baik yang dilakukan secara terbuka maupun terselubung.
“Tidak ada kompromi untuk illegal logging. Hutan harus kita lindungi bersama. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya dengan nada tegas.
Bupati secara khusus meminta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk meningkatkan pengawasan di wilayah hutan, terutama di kawasan-kawasan yang rawan terjadi penebangan liar. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif sebagai mata dan telinga pemerintah dalam menjaga hutan di lingkungan masing-masing.
Menurut Bupati Jarot, keterlibatan masyarakat sangat penting karena mereka adalah pihak yang paling dekat dengan kawasan hutan. Dengan kolaborasi antara KPH, aparat penegak hukum, dan masyarakat, pengawasan hutan diyakini dapat berjalan lebih efektif.
“KPH tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus menjadi bagian dari pengawasan. Jika melihat ada aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan. Hutan ini milik kita bersama,” imbuhnya.
Safari Menanam di Lenangguar ini juga menjadi ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah ingin membangun kesadaran kolektif bahwa menanam dan menjaga pohon merupakan investasi jangka panjang demi generasi mendatang.
Bupati Jarot menegaskan bahwa Safari Menanam akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Setelah perayaan Tahun Baru, kegiatan serupa telah dijadwalkan berlanjut di Kecamatan Lunyuk dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk komunitas, pelajar, dan kelompok masyarakat lainnya.
“Kita ingin gerakan menanam ini menjadi budaya, bukan hanya kegiatan sesaat. Sedikit demi sedikit, tetapi dilakukan terus-menerus, hasilnya akan sangat besar bagi Sumbawa,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat Lenangguar dalam kegiatan ini terlihat tinggi. Warga turut serta menanam bibit kemiri dan menyatakan kesiapan mereka untuk ikut menjaga tanaman yang telah ditanam agar tumbuh dengan baik.
Melalui Safari Menanam, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap dapat memperkuat kawasan resapan air, menekan laju kerusakan hutan, serta menanamkan kesadaran lingkungan yang kuat di tengah masyarakat. Langkah kecil hari ini diniatkan sebagai warisan kebaikan, demi Sumbawa yang hijau, lestari, dan berkelanjutan di masa depan.